Kamis, 17 Mei 2012

KUMPULAN MAQOLAH DAN KATA MUTIARA DARI ROSULULLAH SAW DAN SAHABAT - SAHABATNYA


Barangsiapa ridho terhadap takdir Allah maka takdir itu tetap berlaku atasnya dan ia mendapatkan pahalanya.
Dan barangsiapa yang tidak ridho terhadap takdir-Nya, maka takdir itu pun tetap berlaku atasnya dan terhapuslah pahalanya.

(Ali bin Abi Thalib)

Kekayaan yang paling berharga adalah akal. Kefakiran yang paling besar adalah kebodohan. Sesuatu yang paling keji adalah sifat ujub (bangga diri). Dan kemuliaan yang paling tinggi adalah akhlak yang mulia.

(Ali bin Abi Thalib)



--------------------------------------------------------------------------------------
Wahai saudaraku, tinggikan dan muliakan saja perintah Allah, dimana saja. Maka Allah pasti akan menjadikanmu mulia dimana saja.
(Hasan Al Basri)

Barangsiapa masuk ke kubur tanpa membawa bekal, tak ubahnya menyeberangi lautan tanpa perahu.

(Abu Bakar Ash Shidiq)

Barangsiapa yang takut kepada sesuatu, ia akan menjauhinya. Tapi barangsiapa yang takut kepada Allah ia akan datang mendekati-Nya.

(Abu Qosim Al Hakim)

Anak Imam Ahmad bin Hanbal yang bernama Abdullah berkata pada ayahnya, "Pak berilah saya wasiat." Imam Ahmad menjawab, "Nak, berniatlah yang baik, engkau akan tetap baik selama berniat baik."

Pelajari, pikirkan dan manfaatkanlah ilmu. Janganlah kalian mencarinya agar kalian tampak hebat. Karena kalau umur kalian panjang. dikhawatirkan ilmu akan dijadikan hiasan sebagaimana seseorang berhias dengan pakaiannya.

(Hubaib bin Ubaid Ar Rahabi)

Cukuplah seseorang dikatakan berilmu kalau ia merasa takut kepada Allah. Cukuplah seseorang dikatakan bodoh kalau ia merasa angkuh dengan ilmunya.

(Masyruq)

Tidak ada kebanggaan, kecuali bagi orang-orang yang berilmu karena mereka selalu dalam petunjuk. Bagi orang-orang yang mencari bimbingan dialah pemandu. Nilai seseorang ditentukan oleh kebajikan yang diperbuatnya.
Sedang orang-orang yang bodoh adalah musuh bagi orang-orang yang berilmu. Kejarlah kemenangan dengan ilmu, niscaya engkau akan hidup selamanya. Manusia itu mati, sedang ahli-ahli ilmu pengetahuan itulah yang hidup sejati.

(Ali bin Abi Thalib)

Orang tidak mungkin mencapai tingkat muttaqin (taqwa) apabila tidak berilmu. Apa guna ilmu apabila tidak dibuktikan dalam perbuatan.

(Abu Darda')

Tercapailah kesempurnaan pemuda dengan ilmunya, bukan dengan pangkatnya. Jabatan seorang ahli ilmu pengetahuan adalah setinggi-tinggi jabatan. Mereka mewarisi ilmu nabi-nabi, sehingga mendapat petunjuklah dengan mereka orang yang mengembara dalam kegelapan dan meraba-raba fatamorgana.

(Syaikh Imaduddin As Sakari)

Bumi tidak akan pernah kekenyangan karena hujan. Dan penuntut ilmu sejati tidak akan pernah merasa kenyang dari mencari ilmu.

(Zaid Rafi')

Dari Abu Hurairah R.A bahwa Rosulullah S.A. W bersabda:
" Jauhkanlah dirimu dari prasangka buruk, sebab prasangka buruk adalah ucapan yang paling bohong".

{Muttafaq Alaih}

Rasulullah S.A.W bersabda:
"Orang kuat itu bukanlah orang yang menang bergulat, tetapi orang kuat ialah orang yang dapat menahan dirinya ketika marah".

(Muttafaq Alaih)


Aku tak tahu mengapa ulama kalian pergi berlalu, sedang orang-orang jahil (bodoh) kalian tidak mau mempelajari ilmu? Ketahuilah bahwa guru yang baik dan muridnya serupa pahalanya. Dan tak ada lagi kebaikan yang lebih utama dari kebaikan mereka.

(Abu Darda')

Celakalah kalian! Tuntutlah ilmu! sesungguhnya saya khawatir kalau ilmu akan berpaling dari kalian menuju orang lain, lalu kalian akan terhina. Tuntutlah ilmu! Sebab ia merupakan kemuliaan di dunia serta di akhirat.

(Sufyan Ats Tsauri)

Selain nikmat Islam , seseorang tidak diberi nikmat yang lebih baik dari seorang sahabat yang sholih. Maka jika seorang di antara kalian melihat kasih sayang dari saudaranya, pertahankanlah itu.

(Umar bin Khatthab)

Jika engkau mendapatkan kekeringan dari saudaramu, maka itu adalah karena dosa yang engkau lakukan. Maka bertaubatlah kepada Allah. Dan jika engkau mendapati dari mereka kecintaan yang bertambah maka itu adalah kerena taat yang kau lakukan, maka bersyukurlah atasnya.

(Abu Bakar Mazani)

Dari Mahmud Ibnu Labid R.A bahwa Rasululah S.A.W bersabda : "Sesungguhnya hal yang paling aku takuti menimpamu ialah syirik terkecil: yaitu riya' ". Riwayat Ahmad dengan sanad hasan.

Janganlah kamu bersahabat dengan orang-orang fasiq meski hanya untuk mengenal kejahatan mereka. Hindari musuhmu dan waspadalah terhadap temanmu sekalipun, kecuali orang yang memegang amanah.
Sementara orang yang memegang amanah hanyalah orang yang takut kepada Allah dan tunduk untuk ketaatan.
Lalu mintalah pemeliharaan dari Allah untuk terhindar dari maksiat dan bermusyawarahlah dengan orang-orang yang bertaqwa kepada Allah.

(Umar bin Khathtab)

Jangan temani tiga jenis manusia karena Allah murka kepada mereka:
1. Jangan temani orang yang menentang Allah karena dia akan memutuskan hubunganmu dengan-Nya.
2. Jangan temani orang yang durhaka kepada orang tua, karena dia orang yang terlaknat.
3. Jangan temani pendusta, karena dia akan mendekatkan yang jauh kepadamu dan menjauhkan yang dekat denganmu.

(Ja'far Ash Shadiq)

Hendaknya engkau mencari sahabat yang jujur, niscaya engkau akan hidup aman dalam lindungannya. Mereka merupakan hiasan pada saat gembira dan hiburan saat berduka.
Letakan urusan saudaramu pada tempat terbaik, sampai dia datang kepadamu untuk mengambil apa yang dititipkan kepadamu.
Janganlah bersahabat dengan orang keji, karena engkau bisa belajar kefasikan. Jangan engkau bocorkan rahasiamu kepadanya.
Dan mintalah pendapat dalam menghadapi persoalan kepada sahabat yang takut pada Allah.

(Umar bin Khatthab)

Perbanyaklah kawan sesanggup-sanggupmu karena mereka itulah pembela dan penolong bila engkau memerlukan bantuan. Seribu teman dan sahabat belum dapat disebut banyak. Tetapi musuh walaupun seorang itu sudah dianggap sangat banyak.

(Ali bin Abi Thalib)

Dari Abu Hurairah R.A bahwa Rosulullah S.A.W bersabda :

"Liihatlah orang yang berada di bawahmu dan jangan melihat orang yang berada di atasmu karena hal itu lebih patut agar engkau sekalian tidak menganggap rendah nikmat Allah yang telah diberikan kepadamu".

(Muttafaq Alaih)

Pergaulilah orang mukmin dengan hatimu, dan pergaulilah orang yang rusak dengan akhlaqmu.

(Ali bin Abi Thalib)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar